Skip to main content

arah

semua sebutan untuk Tuhan itu hanya memang untuk mengagungkanNya...
Allah, Yahweh, Roh kudus, Sang Hyang Vidhi atau apapun itu (maaf jika ada salah penyebutan), dengan semua anggapan tentang Tuhan adalah sama. 
meyakini Tuhan nya satu dan maha baik. dan tidak akan pernah salah dengan prinsip itu. 
kita masih disini, ditempat yang sama.. dosa yang masih kita tekuni dengan waras. 
lalu yang suci mulai menghakimi, 
'kamu kaya gakenal Tuhan'
pihak berdosa seperti kami akan menjawab, 'kamu yang ga kenal saya' 'Tuhan bakal maafin kok' 'kamu suci ya?' 
ataupun Atheis, dengan konsep ketuhanan yang meragukan keberadaanNya dan Agnostik yang terlalu bimbang memilih Tuhan yang terbaik.
' Tuhan? siapa ya ' ' emang kamu tau sistem kerja Tuhan tuh gimana? ' ' ayo kita telaah darimana asal Tuhan ' ' kalo kamu beragama kenapa duain Tuhan ' 
haha..
kalian pasti tau didalam satu agama pun masih bercabang, membuat kelompok lain dan membenarkan masing masing kelompok 
iya, pada dasarnya semua agama mengajarkan kebaikan, dengan pandangan dan cara mereka masing masing. bahkan mengeluarkan teori baru yang diritualkan.. 
mari bicarakan konsep ketuhanan yang melegenda, yang katanya Tuhan itu Esa. 
Esa dengan artian satu inilah yang membuat kegelisahan seorang yang tidak beragama maupun beragama,
'katanya esa, satu. iya satu. tapi ko Tuhan kamu sama dia beda' ' kalo Tuhan cuman mau di sembah dengan satu cara, kenapa harus ada banyak agama ' .. 
baiklah kawan, anggapan saya pun hanya sebatas Tuhan hanya ingin tetap menjadi Tuhan, ' sembahlah Aku (Tuhan) dan bukan yang lain. '
disini pengertian tentang niat menjadi penting dalam segala hal, bahkan jika kamu menuhankan buku pun itu akan dibenarkan dalam teori pembenaran niat. 
begini begini, mari saya misalkan.. jika ada satu tempat yang dijadikan satu tempat beribadah semua agama, tidak akan menjadi masalah bukan? kita hanyalah harus meniati kepada Tuhan yang mana yang kita percaya dan sembah. 

disini ditegaskan bahwa Tuhan lah yang harus disembah, bukannya iblis kan?

Comments

Popular posts from this blog

pembenaran

pembenaran atas dasar pengamatan dalam diri ketika kamu masi ngeduain Tuhan dan pasangan kamu ngeduain kamu gitu aja..  kamu gaberhak marah tuh itu udah kaya hukum alam aja.. karna disini Tuhan yang Maha segala, kamu bakal tetep bermasalah meskipun cuman bikin satu titik noda dan artian dalam memperhitungkan segalanya adalah Adil dimataNya.. tapi, ketika kamu prioritasin Tuhan sebelum lakuin tetekbengek kehidupan lalu pasangan kamu tetep ngeduain.. hem, baru kamu berhak menghakimi dia

Halo

Halo, Tuhan halo Tuhan, iya.. halo assalamu'alaikum shalom om swastiastu  atau apapun itu semudah itu kita akrab, bukan? ah.. orang orang hanya terlalu beralasan untuk sejenak menyapa Mu.  ps: mungkin pembahasan kali ini akan sedikit sensitif, tanpa maksut menyinggung suatu agama atau pun kelompok.